L- A
Ini pertama aku menginjak STATE. Airportnya biasa aja sih. Kesannya setengah tua. Jadi ada beberapa tempat agak kotor. Masih jauh dari bagus dengan Changi airport. Dan yang paling kaget adalah papan-papan penunjuk dengan menggunakan Inggris - Japan dan Mexico. Pokoknya orang jepang tidak bakal nyasar dech! Nampak beberapa kumpulan anak muda jepang berkerumun kecil.
Tergesa-gesa untuk cari penerbangan lokal ke HOUSTON. Alamak! naik pesawat lagi ke HOUSTON. Untunglah semua ticket airnya sudah mencakup hingga akhir tujuan penerbangan.

Yang paling aneh, ya orang-orangnya. Ada orang yang besar sekali. Ada juga orang yang rambutnya rada aneh dan ajaib. Wah, pemandangan yang aneh. Baru kali ini aku liat. Wow!!!!
Penerbangan ke Houston adalah jam 8nan dech!. Sempet-sempetnya buang hajat. Hahaahahha.
Tergesa-gesa untuk cari penerbangan lokal ke HOUSTON. Alamak! naik pesawat lagi ke HOUSTON. Untunglah semua ticket airnya sudah mencakup hingga akhir tujuan penerbangan.
Yang paling aneh, ya orang-orangnya. Ada orang yang besar sekali. Ada juga orang yang rambutnya rada aneh dan ajaib. Wah, pemandangan yang aneh. Baru kali ini aku liat. Wow!!!!
Penerbangan ke Houston adalah jam 8nan dech!. Sempet-sempetnya buang hajat. Hahaahahha.
Let;s flight to LA
Meninggalkan TOKYO kira-kira jam 1830hrs. Singapore Airlines terbang dengan lembut. Pramugari mulai menawarkan kembali first drink. Wine kembali ditawarkan. Dan ditawarkan kembali makanan malam. Dan sate daging khas singapore lagi disodorkan.
Tempat duduk yang empuk dan legah. Bisa selonjor hampir 180 derajat. Persis tempat tidur yang dilipat dan dilentangkan. Acara video dengan beberapa chanel. Dari tempat duduk kita juga dapat main game. Juga kita dapat mengetahui posisi pesawat berada dimana? kecepatan pesawat dan suhu udara diluar.

Bayangin saja perjalanan dengan tempat duduk selegah ini, masih terasa boring dan penat. Gimana economi class? total perjalanan hampir 16 jam. Yang paling heboh, fasilitas internetnya. Wih, selangit harganya. Maklumlah teknologi yang dipakai memang teknologi canggih.
Beberapa jam kemudian, lampu dimatikan dan tidak lama kemudian diumumkan untuk menutup jendela. Mungkin hanya 1 jam kemudian, diumumkan pesawat sudah berada di udara amerika. Mungkin saat itu jam 6 amerika.
Sejauh mata memandang, seperti hamparan gurun. Dan sesekali ada kawasan hijau. Luar biasa apa yang didapatkan oleh mata. Pengalaman yang tidak terlupakan.
Datanglah pramugari. Menyodorkan beberapa form. "Welcome to America". Ada beberap form yang harus diisi. Wi!! banyak gini. Kayak ujian aja nih!
Akhirnya, medaratlah pesawat dengan mulus. Di LA, "Alhamdulillah, guwe nyampe juga di amerika ini" Negara impian!!! Airportnya biasa saja. Tapi kesibukannya luar biasa. Aku alihkan sedikit kepalaku. Diluar airport tertampang jelas Banner TITOS merek jam.
Apa yang saya rasakan saat itu? ada haru,.. dag dig dug. Bisa masuk tidak ya?! "Ah, nothing to lose ajalah!" pikirku.
Siapa sangka sih! penyambutan yang hangat oleh petugas. Hanya beberapa pertanyaan saja and then "Welcome to America sir!" Senengnya minta ampun. "But I have bed news for you" katanya lagi. Apa yang salah?! Saya salah mengisi form. Harusnya bukan form yang telah saya isi. Harusnya form yang lain. Saya jelaskan, saya cuma ini yang dikasih oleh pramugari. Tapi dia cuma menjelaskan, silahkan isi from yang seperti ini disana. Tangannya menunjuk ke arah lurus didepanku. "Thank you" jawabku.
Tempat duduk yang empuk dan legah. Bisa selonjor hampir 180 derajat. Persis tempat tidur yang dilipat dan dilentangkan. Acara video dengan beberapa chanel. Dari tempat duduk kita juga dapat main game. Juga kita dapat mengetahui posisi pesawat berada dimana? kecepatan pesawat dan suhu udara diluar.
Bayangin saja perjalanan dengan tempat duduk selegah ini, masih terasa boring dan penat. Gimana economi class? total perjalanan hampir 16 jam. Yang paling heboh, fasilitas internetnya. Wih, selangit harganya. Maklumlah teknologi yang dipakai memang teknologi canggih.
Beberapa jam kemudian, lampu dimatikan dan tidak lama kemudian diumumkan untuk menutup jendela. Mungkin hanya 1 jam kemudian, diumumkan pesawat sudah berada di udara amerika. Mungkin saat itu jam 6 amerika.
Sejauh mata memandang, seperti hamparan gurun. Dan sesekali ada kawasan hijau. Luar biasa apa yang didapatkan oleh mata. Pengalaman yang tidak terlupakan.
Datanglah pramugari. Menyodorkan beberapa form. "Welcome to America". Ada beberap form yang harus diisi. Wi!! banyak gini. Kayak ujian aja nih!
Akhirnya, medaratlah pesawat dengan mulus. Di LA, "Alhamdulillah, guwe nyampe juga di amerika ini" Negara impian!!! Airportnya biasa saja. Tapi kesibukannya luar biasa. Aku alihkan sedikit kepalaku. Diluar airport tertampang jelas Banner TITOS merek jam.
Apa yang saya rasakan saat itu? ada haru,.. dag dig dug. Bisa masuk tidak ya?! "Ah, nothing to lose ajalah!" pikirku.
Siapa sangka sih! penyambutan yang hangat oleh petugas. Hanya beberapa pertanyaan saja and then "Welcome to America sir!" Senengnya minta ampun. "But I have bed news for you" katanya lagi. Apa yang salah?! Saya salah mengisi form. Harusnya bukan form yang telah saya isi. Harusnya form yang lain. Saya jelaskan, saya cuma ini yang dikasih oleh pramugari. Tapi dia cuma menjelaskan, silahkan isi from yang seperti ini disana. Tangannya menunjuk ke arah lurus didepanku. "Thank you" jawabku.
HOUSTON
Airport di Houston jauh lebih baik dari LA. Bersih dan semua kelihatan baru. Capek dech!
dari airport langsung menuju ke penyewaan mobil. Di sana adanya CAB (taksi yang kita sebut) tapi tidak ada seperti diJakarta. Hilir mudik mencari penumpang. Tapi harus call. Dan memang mahal. Jadi sangatlah disarankan menggunakan rent car.
dari airport langsung menuju ke penyewaan mobil. Di sana adanya CAB (taksi yang kita sebut) tapi tidak ada seperti diJakarta. Hilir mudik mencari penumpang. Tapi harus call. Dan memang mahal. Jadi sangatlah disarankan menggunakan rent car.
Transt di Tokyo
Tidak banyak yang didapatkan. Hanyalah ruangan dari tulisan Kanji. Hati-hari berada disana. Cukup sulit membedakan kita berada di tingkat berapa. Maklumlah perasaan tiap tingkat ruangannya sama. Ini dikarenakan spanduk atau bannernya menggunakan tulisan kanji. Jadi ada sih tulisan dengan menggunakan bahasa inggris. Itu pun hanya menjelaskan EXIT, TOILET atau keterangan biasa.
Dari turun pesawat ke VIP lounghnya naik ke beberapa tingkat. Sama persis dari level ke level berikutnya. Yang ada dihitung sendirilah "satu"... "dua"...dst.
"Haik!" ... setengah membungkuk "Sayonara!" "Arigato!" Dan jangan heran kadang ada orang teriak. Padahal begitu canggihnya teknologi jepang. Tapi cara tradisionalnya tetap saja.
Jangan heran juga, kalau GSM headphone anda bakal tidak berfungsi. Katanya sih, memang jepang lain dari pada yang lain.
Airportnya bersih. Terutama toiletnya. Rada aneh juga sih! di pengering tangannya. Pengeringnya dari dua sisi dari bahan keramik. Apalagi ya,.. oh iya. Paling bingung pas pesan makanan. Paling utama yang sih jangan ada PORK. Menu, dengan menggunakan bahasa jepang "Kanji". Untunglah dibantu dengan gambar. Tapi, tidak mengerti juga apa isinya.
Kuamati sebentar, enggak mungkin dong semua penumpang bisa dan ngerti bahasa jepang. Namun penasaranku bertambah. Melihat mereka makan mie hangat. Nikmat nih kayaknya.
Rupanya mereka antri dengan menggunakan nomor. Jadi aku tunjuk digambar dan dia menandai dengan nomor. Boleh dibilang masakannya setengah hambar. Tapi lumayan menghangatkan badan.
Subscribe to:
Posts (Atom)


