Tidak banyak yang didapatkan. Hanyalah ruangan dari tulisan Kanji. Hati-hari berada disana. Cukup sulit membedakan kita berada di tingkat berapa. Maklumlah perasaan tiap tingkat ruangannya sama. Ini dikarenakan spanduk atau bannernya menggunakan tulisan kanji. Jadi ada sih tulisan dengan menggunakan bahasa inggris. Itu pun hanya menjelaskan EXIT, TOILET atau keterangan biasa.
Dari turun pesawat ke VIP lounghnya naik ke beberapa tingkat. Sama persis dari level ke level berikutnya. Yang ada dihitung sendirilah "satu"... "dua"...dst.
"Haik!" ... setengah membungkuk "Sayonara!" "Arigato!" Dan jangan heran kadang ada orang teriak. Padahal begitu canggihnya teknologi jepang. Tapi cara tradisionalnya tetap saja.
Jangan heran juga, kalau GSM headphone anda bakal tidak berfungsi. Katanya sih, memang jepang lain dari pada yang lain.
Airportnya bersih. Terutama toiletnya. Rada aneh juga sih! di pengering tangannya. Pengeringnya dari dua sisi dari bahan keramik. Apalagi ya,.. oh iya. Paling bingung pas pesan makanan. Paling utama yang sih jangan ada PORK. Menu, dengan menggunakan bahasa jepang "Kanji". Untunglah dibantu dengan gambar. Tapi, tidak mengerti juga apa isinya.
Kuamati sebentar, enggak mungkin dong semua penumpang bisa dan ngerti bahasa jepang. Namun penasaranku bertambah. Melihat mereka makan mie hangat. Nikmat nih kayaknya.
Rupanya mereka antri dengan menggunakan nomor. Jadi aku tunjuk digambar dan dia menandai dengan nomor. Boleh dibilang masakannya setengah hambar. Tapi lumayan menghangatkan badan.


